Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Sepucuk Harap

  Tertera tanggal 21 Juni 2021—satu tahun silam—ada beberapa kekalutan yang kuhadapi. Hingga dipucuk kepasrahan aku menuliskan sesuatu yang kualamatkan kepada Tuhan. Tidak begitu yakin dengan isinya, tapi lumayan meredakan gejolak hati pada waktu itu. Ada beberapa hal yang (mungkin) tidak bisa kita ceritakan kepada sesama kawan. Satu-satunya harapan adalah Ia, Dzat Maha Mendengar, yang kurasa tidak pernah Ia tidak mendengar keluhku. Oleh karena itu, kunamai dengan ‘Sepucuk Harap’   Ya Tuhanku, Dzat Maha Menghendaki, Adakah kau sedang mencabut satu nikmatmu? Nikmat yang tidak ada duanya, Nikmat menyelam cinta kasih-Mu, Dengan membaca.   Ya Tuhanku, Dzat pembolak-balik hati, Adakah kau sedang menggoncang hatiku Meniadakan yang ada Dan mengadakan yang tiada.   Kucoba merengkuh lautan rahmat-Mu Namun apa daya, Aku manusia lemah Yang senantiasa lengah.   Kuduakan, tigakan Engkau dengan sengaja Namun tetap Kau rengkuh aku ...

Eksistensi Manusia Dalam Wahyu yang Pertama Turun

  Al-Qur’an ada tidak hanya sebagai sumber hukum yang utama, melainkan segala sesuatu yang bersanding dengan Al-Qur’an menjadi utama, begitu kalimat Habib Huesin Ja’far dalam bukunya Tuhan Ada di Hatimu. Tidak menutup kemungkinan apa yang merujuk pada Al-Qur’an menjadi utama. Salah satunya disebutkan dalam Surah Al-Baqarah, bahwa fungsi penting Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk dalam segala bidang. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, yakni wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi: bacalah! Apa pelajaran yang dapat manusia ambil dari perintah tersebut? Betul sekali. Korelasi Surah Al-Baqarah dengan wahyu yang pertama turun adalah Al-Qur’an menjunjung tinggi ilmu pengetahuan yang mana ia tidak akan didapat melainkan dengan membaca.  Lantas apa yang manusia dapat dari kegiatan membaca? Ada cerita menarik dari seorang Ulama yang bernama Habin Abdullah bin Umar bin Yahya. Beliau melangsungkan pernikahan dengan seorang perempuan pada suatu hari. Setelah acara resepsi selesai, kedu...

Cerita Desember

  Sebelumnya rasa terimakasih saya haturkan terhadap pihak-pihak yang bersedia membaca coretan pikiran saya. Terimakasih terhadap tokoh yang saya tuju di tulisan ini, namun saya tidak akan menyebut siapa Sang Tokoh karena akan menimbulkan bising-bising yang tidak diharap. Terimakasih untuk kawan saya, Crossita, yang telah menginspirasi penyatuan tulisan ini. Terimakasih kepada Yang Maha Esa atas karunia rasa, hingga bait-bait senantiasa menggeliat di benak tanpa jeda. Berikut bukan apa-apa. Sekedar mendokumentasi beberapa hasil rasa yang terolah. Selamat membaca, Dari saya, untuk yang bersedia membaca.     Yogyakarta, 2018                                           Desember 1, 2018 Jogjakarta. 10:33 Hm. Ada   sebongkah keras yang mengembang di sana   Nampaknya,   Sudahi   Jalanmu, ...